Tags

, , , ,

Maret 2013, disela sela pengerjaan tugas akhir yang menjadi kewajiban terakhir seorang mahasiswa teknik (informatika) di sebuah kampus yang berada di bandung selatan.

Awalnya iseng liat timeline di twitter plus aktif di thread WSATCC kaskus, gak taunya ada info tentang gig yang bakal ada di bandung. Kepo dikit, ternyata gig itu gratis dan terbatas men! Itulah dia Tur Suara Tujuh Nada. Menyajikan Stars and Rabbit, Dialog Dini Hari, dan menu terakhir White Shoes and The Couples Company. Tur ini dimulai di Bandung tanggal 6 Maret, lanjut ke Jogja besoknya, dan Bali lusanya. Karena gratis dan terbatas, pesen tiketnya harus reservasi dulu lewat email, langsung deh ngabarin anak anak buat cek emailnya. Beruntung, ternyata email kita dibalas dan kita dapet tempat buat nonton gig itu. Yeah, liat WSATCC lagi vroooo! Belom lagi Stars and Rabbit sama Dialog Dini Hari yang belom pernah denger live, makin terbakar aja semangatnya.

D-Day, kita berempat berangkat dari bandung selatan ke destinasi bandung utara, tepatnya Maja House. Personil awalnya sih berenam, dua kawan ga bisa ikut karena suatu hal. Ribuan detik dilewati dan nyampe juga kita di Maja House. Nunggu beberapa menit kita naik ke atas, daftar ulang, dikasih poster sama selebaran. Jam 19:30 pas, pintu masuk ruangan yang cukup kecil untuk ukuran pentas musik itu dibuka. Kesan pertama itu sangat keren, terasa sangat eksklusif karena jarak antara penonton ke panggung cuma sehembusan nafas. Ditambah dengan kecilnya ruangan, makin sip deh.

Stars and Rabbit membuka gig itu dengan indahnya, apalagi mbak Elda =D. Penonton masih duduk manis denger lantunan suara dan genjrengan gitar yang lembut. Masuk ke Dialog Dini Hari sebagai penampil kedua, penonton diajak berdiri karena ini bukan nonton wayang. Ini pertama kalinya nonton live keduanya, cuma bisa ha ho ha ho doang ngikutin lagu + liriknya. Soalnya kanan kiri depan belakang pada nyanyi, ya ikut ha ho ha ho aja biar ga kaku, toh ntar hapal juga lagunya abis liat live =D.

Tiba waktu pamungkas, WSATCC tampil. Tanpa komando semua penonton berdiri. Beruntung kita masuk ruangan cukup awal, dan dapet tempat agak di depan, dua kepala lah dari depan panggung. Seperti biasa, penampilan live mereka sangat atraktif dan membius. John, Ale, Rio, Ricky, Mela, dan Sari. Hampir setiap lagu yang mereka nyanyikan diikuti oleh semua penonton termasuk mahasiswa tugas akhir ini. Pendapat pribadi sih, sepanjang hidup nonton WSATCC live, ini penampilan mereka yang paling pecah! (ngutip agan pinkmonster di kaskus =D). Kenapa pecah? Suasana ruangan rame banget, AC + udara bandung utara yang dingin kalah sama panas yang dihasilkan oleh tumbukan energi dari panggung dan penonton, hahahaha. Sari juga sempet turun panggung dan nyanyi ditengah-tengah penonton, bikin kaget emang. Akhirnya mereka sampai di lagu Matahari yang (biasanya) jadi penutup di setlist, ternyata penonton minta encore, dan dikasih lagi bonus Senandung Maaf + Topstar. Bener bener pecah! Sayang dokumentasi foto ga ada yang bagus jadi ga ditampilin disini daripada kecewa liat yang blur blur…

Selesai Topstar, merupakan suatu kewajiban untuk mengoleksi setlist yang tercecer di panggung, namun kalah cepat sama yang lain. Terbang lah 6 setlist itu. Mungkin lain waktu bisa dapet buat nambah koleksi. Pulang ke bandung selatan dengan hati senang gembira, efeknya melupakan hiruk pikuk tugas akhir untuk beberapa hari =D.